Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Sikapi Situasi Terkini, Kakanwil Gelar Rakor Pimpinan Via Online dengan seluruh Jajarannya

Makassar, POINTSULSEL.COM -  Menyikapi perkembangan situasi terkini khususnya terkait dengan pencegahan COVID-19, Kakanwil Kementerian Aga...

Makassar, POINTSULSEL.COM -  Menyikapi perkembangan situasi terkini khususnya terkait dengan pencegahan COVID-19, Kakanwil Kementerian Agama prov. Sulsel H. Anwar Abubakar menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan online melalui aplikasi Zoom dengan seluruh pimpinan di jajaran Kemenag Prov. Sulsel.



Rakor Daring yang difasilitasi oleh Kasubag Umum dan Humas Kanwil H. Zulkifli Hijaz serta dimoderatori oleh Kabag TU Kanwil H. Abdul Wahid dan diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari Para Kepala Bidang, Pembimas, Kasi dan Kasubag dalam Lingkup Kanwil serta Para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kota se-Sulsel dimulai pelaksanaannya pada pukul 13.00 Wita.

Kakanwil yang memimpin rapat dari ruang kerjanya berharap rapat dengan cara online ini tidak mengurangi kesakralan dan nilai silaturahmi yang terjalin selama ini.

Dalam  penyampaiannya, Kakanwil meminta dan menghimbau beberapa hal penting kepada seluruh peserta rapat diantaranya :


  1. Agar seluruh pimpinan di jajaran Kemenag men-Sosialisasikan aturan dan kebijakan soal Work From Home (WFH) dan perubahan libur bersama secara nasional
  2. Agar men Sosialisasikan secara massif isi surat edaran Menag RI dan MUI terkait Panduan  pelaksanaan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan kepada seluruh komponen masyarakat dan umat dalam situasi COVID-19.
  3. Meminta Seluruh Satker di jajaran Kemenag Sulsel untuk melaksanakan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam upaya mencegah penyebaran Covid 19 khususnya di lingkungan Kemenag Sulsel.
  4. Melakukan pendataan di lingkup keluarga besar Kemenag Sulsel yang merasakan dampak Covid-19, contohnya para tenaga honorer, para pengurus rumah ibadah dan lainnya, kita agar diberi perhatian khusus.
  5. Membentuk tim gugus tugas Pencegahan Covid-19 di wilayah kerjanya masing masing serta berpartisipasi serta bersinergi secara aktif dengan Pemerintah daerah dan stake holder setempat.
  6. Sosialisasikan Call Centre WhatsApp Covid-19 Kemenag RI
  7. Share setiap kegiatan atau program terkait upaya pencegahan penyebarluasan Covid 19 di wilayah kerjanya masing masing
  8. Perhatikan Pegawainya (ASN & Non ASN) nya di wilayah kerjanya, khususnya terkait kebutuhan masalah kesehatan
  9. Data dan Informasikan secepatnya apabila ada ASN & Non ASN Kemenag dan keluarganya yang terpapar dan terkena dampak Covid-19
  10. Disiplinkan aturan di semua KUA terkait prosesi pernikahan sesuai Surat Edaran Dirjen Bimas Islam dan SOP yang ada.
  11. Menyiapkan tenaga rohaniawan atau pembaca doa, bilamana ada di wilayahnya yang meninggal akibat Covid 19 dengan tetap merujuk pada SOP kesehatan dan keselamatan. 
  12. Mengedukasi masyarakat terkait agar tidak terjadi  penolakan pemakaman jenazah korban covid-19 di daerahnya dengan bekerjasama dengan stakeholder terkait (Pemerintah, MUI dan Ormas Keagamaan)
  13. Memberdayakan Unit Pengumpul Zakat di masing masing satker agar bisa mendistribusikan Zakat ke delapan Asnaf (yang berhak menerima Zakat) khususnya yang terdampak Covid-19, tentunya dengan bekerja sama dengan Baznas atau Bazda setempat.
  14. Meminta kepada seluruh pimpinan Satker agar Setiap pekan (tiap hari senin) agar memberikan laporan masing masing tiap satker ke Kanwil khususnya terkait terkait WFH.


Kakanwil juga menginformasikan terkait adanya MoU yang baru ditandatanganinya dengan Pemprov Sulsel dan MUI terkait rencana pelaksanaan doa dan zikir bersama serenpak di rumah masing masing dengan harapan semoga Wabah Covid-19 bisa segera hilang dan aktifitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.

Dikesempatan Rakor Pimpinan tersebut, Kakanwil juga meminta kepada seluruh Kepala Bidang dan Pembimas untuk menyampaikan laporan terkait pelaksanaan program dan kegiatan di Bidangnya masing masing.

Diawalai oleh Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah H. Kaswad Sartono yang melaporkan bahwa  Pelunasan BPIH untuk Sulsel sampai per jumat (9 April 2020) kemarin sudah mencapai angka 71 persen , dan diharapkan akan tuntas pada batas waktu yang sudah ditetapkan yakni 17 April 2020 Mendatang. Yang lain adalah Paket Buku Panduan Manasik Online sudah terdistribusi ke semua kabupaten kota dan Kaswad mohon agar segera ditindaklanjuti dan dimaksimalkan agar sampai ke Jemaah calon haji kita minimal melalui group WA, dan informasi terakhir dari Kabid PHU bahwa  Sampai saat ini belum ada wacana pembatalan pelaksanaan ibadah haji tahun 2020.

Sedangkan Kabid Penais Zakat dan Wakaf H. Rappe menginformasikan bahwa Jadwal MTQ tingkat Nasional blm ada perubahan yakni tetap pada Bulan Agustus 2020, dan untuk tingkat Prov. Sulsel rencananya digelar pada bulan juli 2020, meskipun hal tersbut masih tergantung pada perkembangan situasi Covid-19.

Kabid Urais dan Pembinaan Syariah H. Muhammad Nasir melaporkan bahwa Sosialisasi Surat Edaran Dirjen Bimas Islam terkait pelaksanaan Nikah saat ini, khususnya pertanggal 1 April 2020 Tidak ada lagi masyarakat yang menyelenggarakan proses pernikahan di luar KUA, semua sudah di Balai Nikah KUA sudah dilaksanakan termasuk Sosialisasi terkait larangan penolakan pemakaman jenazah Covid 19 kepada masyarakat dan Himbauan pelaksanaan Ibadah selama Wabah Covid-19 sudah dilakukan secara massif bekerjasama dengan stakeholder terkait

Adapun Kabid Pendidikan Madrasah H. Masykur memaparkan bahwa pihaknya telah mendorong semangat kemandirian dan inovasi madrasah terkait penyelenggaraan pendidikan baik itu pembelajaran daring via Aplikasi e-learning sudah berlangsung, cuma saat ini masih terkendala keterbatasan anggaran yang saat ini masih dalam proses revisi. Selain itu, H. Masykur juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membantu menfasilitasi proses (Penerimaan Peserta Didik Baru) PPDB via online di setiap madrasah agar bisa berjalan dengan baik, termasuk menyiapkan SOP secara tekhnis terkait PPDB yg masih menggunakan sistem Luring (tatap muka terbatas).

Masykur juga menyampaikan bahwa Kewenangan kelulusan menjadi kewenangan madrasah setelah keluarnya kebijakan UN ditiadakan., cuma perlu diantisipasi upaya menyimpang yg memanfaatkan situasi seperti ini, dan itupun sudah diantisipasi sejak dini dengan memanfaatkan system data elektronik Emis. Beliau juga mengharapkan agar penulisan tanggal di ijazah siswa madrasah tetap berkordinasi dengan dinas pendidikan setempat agar seragam termasuk penerbitan Surat keterangan lulus bagi siswa menjadi kewenangan madrasah tapi tetap mengikuti juknis yang ada, dan yang terakhir adalah bahwa Proses pembelajaran daring harus tetap dilangsungkan sesuai surat edaran dan tetap menyesuaikan dengan himbauan dan kebijakan dari pemerintah setempat.

Kabid PD. Pontren H. Faturrahman dalam laporannya bahwa Revisi anggaran dari perjalanan dinas ke pengadaan APD sudah dilakukan di Bidangnya, dan khusus mengenai Ujian Ponpes Salafiyah sudah selesai ditindaklajuti sesuai kebijakan dan edaran Dirjen Pendis yakni berdasarkan nilai Rapor, sementara untuk kegiatan Penerimaan Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun ini lebih difokuskan ke Ma'had Aly dan prosesnya berubah dari CBT menjadi test Online.

H. Muh. Rasbi selaku Kabid PAIS melaporkan bahwa Proses pembelajaran PAI via E-learning beserta evaluasinya juga dilaksanakan secara online bersama pengawas, dan terkait rencana Pelaksanaan Kemah Rohis oleh AGPAII tingkat Prov. Sulsel Di Kota Parepare, masih tetap direncanakan meskipun menyesuaikan perkembangan situasi saat ini.

Selanjutnya secara berurutan, Pembimas Kristen Ibu Marlin Naray, Budhha Pandit, dan Pembimas Katolik dan Hindu juga turut melaporkan bahwa Sosialisai pencegahan Covid 19 sudah dilaksanakan oleh pihaknya, dan saat ini sudah tidak ada pelaksanaan ibadah di tempat ibadah tapi sudah dilaksanakan dirumah masing masing dengan online dan madiri, termasuk pelaksanaan hari raya keagamaan. Sistem pendidikan juga sudah dilaksanakan secara online, dan terakhir Laporannya telah Membentuk kegiatan partisipatif dalam bentuk penggalangan donasi untuk membantu pencegahan Covid 19.

Sejumlah Kakankemenag Kab. Kota yang diwakili oleh Kepala kantor Kemenag Kota Makassar, Kota Parepare, Luwu Timut, Kab. Bone dan Selayar juga diberikan kesempatan melaporkan perkembangan situasi di wilayah kerjanya termasuk kegiatan dan aksi nyata yang telah dilaksanakan terkait pencegahan Covid-19Kakankemenag Kota Makassar. Dan hampir semuanya sudah melaksanakan kebijakan Kemenag Ri baik itu berupa Surat Edaran, Himbauan maupun sinergitas kegiatan dengan Pemerintah dan stake holder setempat di wilayah kerjanya masing masing.

Dikesempatan terakhir, Kasubag Perencanaan Kanwil H. Bakri juga melaporkan bahwa Revisi anggaran Insya Allah akan ditindaklanjuti sesuai kebijakan Kemenag, dan berharap bisa segera selesai agar bisa dimaksimalkan pelaksanaan program dan kegiatannya.

Di sesi akhir Rapat Koordinasi , Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Anwar Abubakar berharap agar 
1. Pelayanan di KUA segera menyesuaikan dengan surat edaran Dirjen Bimas Islam
2. Mensosialisasikan Kebijakan Menteri Agama RI terbaru di tengah masyarakat
3. Bahwa Proses admnistrasi perkantoran tetap dilaksanakan sesuai aturan
4. meminta agar melakukan aksi nyata dilapangan terkait pencegahan Covid-19
5. Menghimbau masyarakat agar melaksanaka ibadah di rumah 
6. Menghimbau semua pegawai Kemenag di Sulsel Tetap waspada agar dan jaga pola hidup sehat terhindar dari Covid-19

Menutup Arahannya, Kakanwil mengharapkan agar saling mendoakan, semoga situasi ini bisa segera berahir dan kembali normal sehingga seluruh masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti biasanya, Ucap Kakanwil. 

Tidak ada komentar