Type something and hit enter

author photo
By On
Benar-benar tidak manusiawi apa yang telah dilakukan oleh raja (kakek) 64 tahun, seorang tersangka hubungan seksual di bawah umur yang terjadi di Desa Mayong, Seririt, Buleleng.

Bayangkan, Putu Suardana alias Leong mencabuli korban yang masih berusia 12 tahun, tetangga mereka sendiri berulang kali.



Sayangnya, ketika tersangka Leong dibawa ke Mapolres Buleleng, tidak ada rasa malu dan penyesalan atas apa yang telah ia lakukan pada korban.

Sambil berjalan, Leong mengacungkan jempol sambil menghela nafas. Leong mengakui bahwa meskipun dia memiliki seorang istri dan telah menikah selama beberapa dekade, dia tidak pernah diberkati dengan keturunan.

"Aku punya istri, tetapi aku tidak punya anak," kata Leong. Dari dulu, Leong mengenal korban yang masih di sekolah dasar.

Korban hidup sendirian dan terlantar. Leong mengungkapkan bahwa dia telah berbicara jujur ​​dengan korban. Jika dia suka korban.

Leong juga berjanji kepada korban setelah menyelesaikan sekolah akan mengundang korban untuk menikah. 

"Saya melihatnya sebagai korban anak-anak terlantar dalam kehidupan sehari-hari. Maksud saya, saya prihatin dengan korban. Dia (korban) sering meminta ini, memintanya. Saya bahkan memberi korban makan di rumah. Kadang-kadang korban juga tetap, menonton TV di rumah, "kata Leong.

Selama hubungan, Leong mengakui bahwa dia tidak sadar jika korban masih di bawah umur. "Aku tidak tahu, apa yang bisa membuatku seperti itu," aku Leong untuk tindakan tidak senonoh yang dilakukan terhadap korban.

Leong mengatakan bahwa dia melakukan hubungan seksual dengan korban ketika rumah korban diam. 

"Tidak setiap hari saya lakukan. Seminggu kemudian saya diundang untuk bermain dan itu sudah saya lakukan lima kali," aku Leong.

Menariknya, versi polisi, hubungan intim dilakukan setelah tersangka memberi makan korban dengan film dewasa.